KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Pada Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 28-30 Maret lalu, mahasiswa UMW berhasil meraih medali emas dalam kategori Internet of Things (IoT) dan Smart Environment. Pencapaian ini menjadi bukti nyata efektivitas program pengembangan akademik yang telah dirancang oleh Unit Penjaminan Mutu UMW.
Delegasi UMW yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, yaitu Ridho Pratama (semester VI), Sinta Nurhaliza (semester VI), dan Budi Santoso (semester IV), berhasil mengalahkan peserta dari universitas ternama lainnya dengan proyek inovatif berjudul “Smart Campus Monitoring System: Integrasi IoT untuk Efisiensi Energi dan Keamanan Kampus Berkelanjutan.”
Proyek mereka menawarkan solusi terintegrasi yang menggabungkan sensor IoT, analitik data real-time, dan artificial intelligence untuk memonitor konsumsi energi, sistem keamanan, dan kualitas lingkungan di seluruh area kampus. Sistem ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan manajemen energi dan keamanan yang dihadapi institusi pendidikan modern di Indonesia.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini,” ujar Ridho Pratama, ketua tim, dalam pernyataan resminya kepada media kampus pada Selasa (02/04/2026) di ruang tunggu Gedung Rektorat UMW. Dia menjelaskan bahwa konsep proyek ini lahir dari observasi langsung terhadap inefisiensi energi di berbagai ruang perkuliahan UMW. “Awalnya kami hanya ingin mengatasi masalah lokal, tetapi ketika dikembangkan lebih dalam, kami menyadari bahwa ini adalah solusi yang relevan untuk semua kampus di Indonesia, bahkan di tingkat internasional,” tambahnya dengan antusiasme.
Proses pengembangan proyek ini tidaklah sebentar. Sejak Desember 2025, ketiga mahasiswa ini bekerja sama dengan pembimbing mereka, Dr. Bambang Sutrisno, M.Kom., seorang dosen senior Teknik Informatika UMW yang memiliki spesialisasi dalam embedded systems dan IoT. Selama empat bulan, mereka melakukan riset mendalam, desain sistem, prototyping, dan pengujian berulang kali.
“Proses bimbingan mereka sangat intensif,” cerita Dr. Bambang Sutrisno saat dihubungi khusus untuk wawancara ini pada Rabu (03/04/2026). “Saya memastikan mereka tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga dapat mengkomunikasikan nilai bisnis dan dampak sosial dari proyek mereka. Itu adalah yang membedakan inovasi biasa dari inovasi yang benar-benar kompetitif,” jelas dosen berusia 52 tahun tersebut.
Perjalanan menuju Jakarta untuk mengikuti kompetisi nasional tidaklah mudah. Tim UMW harus melewati seleksi bertingkat, mulai dari seleksi lokal tingkat propinsi Sulawesi Tenggara, dilanjutkan seleksi regional wilayah Indonesia Timur, hingga akhirnya lolos ke kompetisi nasional dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Dari ribuan karya yang didaftarkan secara nasional, hanya 120 karya yang berhasil lolos ke tingkat nasional, dan dari jumlah tersebut, hanya 30 karya yang meraih medali.
“Kompetisi ini adalah yang terbesar dan paling prestisius di Indonesia dalam bidang inovasi teknologi. Pesaingnya bukan hanya mahasiswa dari universitas besar di Jawa, tetapi juga dari berbagai PTN dan PTS terkemuka di seluruh nusantara,” kata Sinta Nurhaliza, anggota tim yang bertanggung jawab atas aspek user interface dan presentasi. Menurutnya, presentasi di hadapan panel juri internasional merupakan momen paling mendebarkan. “Kami harus mempresentasikan konsep selama 15 menit, dilanjutkan sesi tanya-jawab intensif selama 10 menit. Setiap detail harus sempurna,” kenangnya.
Peran Unit Penjaminan Mutu dalam Membina Mahasiswa Berprestasi
Pencapaian ini tidak terlepas dari peran penting Unit Penjaminan Mutu (UPM) UMW. Lembaga ini, yang dipimpin oleh Ir. Siti Nurjannah, M.Eng., sejak 2023 telah mengimplementasikan program komprehensif untuk mengidentifikasi dan membina mahasiswa berbakat sejak awal perkuliahan mereka.
“Unit Penjaminan Mutu kami tidak hanya fokus pada aspek administratif dan penjaminan standar akademik, tetapi juga memiliki divisi khusus yang kami namakan Divisi Pengembangan Prestasi Mahasiswa,” terang Ir. Siti Nurjannah dalam pertemuan formal bersama redaksi kampus pada Kamis (04/04/2026) di ruang kerjanya yang berukuran cukup luas di lantai dua Gedung Administrasi Akademik UMW.
Divisi tersebut bekerja sama dengan kepala-kepala program studi untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memiliki potensi tinggi dalam bidang akademik, penelitian, dan inovasi. “Kami kemudian memberikan mereka akses ke resources yang lebih baik, seperti mentoring dari dosen senior, akses ke lab premium, dan kesempatan untuk mengikuti workshop atau seminar nasional dan internasional,” jelasnya lebih detail.
Program khusus yang Siti Nurjannah sebut adalah “Scholars’ Development Program” (SDP) yang diluncurkan di awal tahun akademik 2024/2025. Program ini secara khusus menyeleksi 50 mahasiswa terbaik dari berbagai program studi untuk mendapatkan pembimbingan intensif, akses dana riset, dan dukungan partisipasi dalam kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional.
Ridho, Sinta, dan Budi merupakan bagian dari program ini. “Mereka adalah mahasiswa yang sejak awal sudah menunjukkan dedikasi tinggi dalam studi mereka. Ketika kami melihat mereka memiliki ide inovasi yang solid, kami segera memberikan dukungan penuh,” tutur Siti Nurjannah dengan bangga.
Dukungan finansial juga menjadi bagian penting dari program. UMW mengalokasikan dana khusus untuk penelitian dan inovasi mahasiswa berprestasi, termasuk dana untuk pembelian komponen hardware, perlengkapan pengembangan, dan biaya operasional selama proses pengembangan proyek. “Untuk tim ini khususnya, kami mengalokasikan dana sebesar 15 juta rupiah untuk mendukung penuh proses penelitian dan pengembangan proyek mereka,” ungkap Siti Nurjannah.
Selain dukungan dari UPM, ketiga mahasiswa berprestasi ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui program “Matching Fund” yang memungkinkan mahasiswa untuk mengakses dana tambahan untuk riset dan inovasi. “Kami juga menghubungkan mereka dengan institusi mitra kami di industri, sehingga ide-ide mereka tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memiliki nilai komersial yang nyata,” tambah Ir. Siti Nurjannah.
Dampak Prestasi bagi Pengembangan UMW
Prestasi medali emas yang diraih oleh tim mahasiswa UMW di kompetisi tingkat nasional ini memiliki dampak signifikan bagi reputasi dan pengembangan institusi. Paling langsung, prestasi ini meningkatkan visibilitas UMW di tingkat nasional, terutama dalam konteks komitmen universitas terhadap inovasi dan pengembangan teknologi.
Rektor UMW, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Rizal, M.Sc., dalam sambutannya pada acara apresiasi tim pemenang yang diadakan pada hari Jumat (05/04/2026) di aula besar kampus, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah refleksi dari visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovator-inovator muda yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Pencapaian Ridho, Sinta, dan Budi adalah pencapaian seluruh UMW. Ini menunjukkan bahwa di Kendari, di Sulawesi Tenggara, kami memiliki kapasitas untuk berinovasi dan bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” ucap Rektor Rizal yang mengenakan toga resmi universitas.
Prof. Dr. Rizal juga mengumumkan bahwa pihak universitas akan memberikan hadiah insentif kepada ketiga mahasiswa pemenang sebesar 25 juta rupiah, serta akan mendanai publikasi hasil penelitian mereka ke jurnal-jurnal internasional bereputasi. “Kami juga akan menfasilitasi mereka untuk mengajukan hak paten atas inovasi ini ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” tambahnya.
Dampak lainnya adalah peningkatan motivasi mahasiswa-mahasiswa lain di UMW untuk turut serta dalam berbagai kompetisi akademik. Kepala Humas UMW, Dr. Eka Prasojo, M.Kom., mengatakan bahwa sejak pengumuman prestasi ini, sudah ada lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai program studi yang mendaftar untuk mengikuti program mentoring dan bimbingan riset dalam rangka persiapan mengikuti berbagai kompetisi nasional yang akan datang.
“Prestasi ini menciptakan inspirasi dan motivasi yang luar biasa bagi mahasiswa lain. Mereka melihat bahwa mahasiswa UMW mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar lainnya, bahkan menang. Ini sangat berdampak positif terhadap kultur akademik kampus kami,” ungkap Dr. Eka Prasojo dalam wawancara yang dilakukan pada Minggu (07/04/2026).
Langkah Ke Depan dan Target Prestasi
Dengan prestasi yang telah diraih, Unit Penjaminan Mutu UMW tidak akan berhenti di sini. Ir. Siti Nurjannah menyatakan bahwa target mereka untuk tahun akademik 2026/2027 adalah meningkatkan jumlah mahasiswa UMW yang berpartisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional, serta meningkatkan prosentase mahasiswa yang berhasil meraih medali atau penghargaan.
“Kami akan memperluas program Scholars’ Development Program menjadi 100 mahasiswa, bukan lagi 50. Kami juga akan membuka jalur baru untuk mahasiswa yang ingin mengembangkan inovasi di bidang seni, desain, dan humaniora, bukan hanya teknologi,” jelasnya dalam pernyataan formal untuk redaksi kampus.
Sementara itu, ketiga mahasiswa pemenang medali emas juga sedang merencanakan langkah berikutnya. Ridho Pratama mengungkapkan bahwa mereka sedang mengembangkan prototype sistem ke versi yang lebih advanced dan berencana untuk menjajaki kemungkinan komersialisasi proyek mereka. “Kami sudah mendapat beberapa inquiry dari pihak industri dan kementerian yang tertarik dengan teknologi kami. Kami sedang dalam tahap negosiasi untuk kemungkinan implementasi pilot project,” ungkapnya dengan optimisme.
Budi Santoso, sebagai anggota tim yang paling junior dari segi semester, juga mengekspresikan komitmennya untuk terus berinovasi selama masih menjadi mahasiswa UMW. “Kesuksesan ini membuat saya sadar bahwa ide-ide cemerlang dari mahasiswa Indonesia dapat bersaing dan menang di tingkat nasional. Saya ingin terus berkontribusi dan mungkin ikut kompetisi lagi dengan ide-ide baru,” ucapnya dengan semangat.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya yang berhasil meraih medali emas pada Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan yang berada di daerah dapat menghasilkan inovasi dan inovator-inovator berkualitas dunia. Dengan dukungan yang konsisten dari Unit Penjaminan Mutu, bimbingan dari dosen-dosen berdedikasi, dan kebijakan pimpinan universitas yang progressive, UMW terus membangun ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan prestasi.
Pencapaian ini juga mengirimkan pesan penting kepada seluruh stakeholder pendidikan di Indonesia bahwa kualitas inovasi dan prestasi bukan monopoli universitas-universitas besar di Jawa, tetapi dapat diraih oleh mahasiswa dari berbagai institusi di seluruh nusantara dengan dedikasi, bimbingan yang tepat, dan akses ke resources yang memadai.
Ke depannya, Unit Penjaminan Mutu UMW akan terus mengoptimalkan perannya dalam mengidentifikasi, membina, dan mendukung mahasiswa berprestasi tinggi agar dapat terus meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Dengan target yang ambisius namun realistis, UMW siap membuktikan bahwa institusi pendidikan di Kendari memiliki kapasitas yang sama dengan institusi-institusi pendidikan terkemuka lainnya dalam menghasilkan inovator-inovator muda yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
(Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan berbagai narasumber dari Universitas Mandala Waluya pada tanggal 2-7 April 2026. Tim redaksi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan partisipasi aktif seluruh narasumber dalam proses pengumpulan informasi untuk penulisan artikel ini.)
—
Redaktur: Dwi Handoko
Reporter: Yustina Simamora
Editor Foto: Hendra Wijaya
Diterbitkan: Kamis, 09 April 2026 – Berita Kampus UMW