KENDARI – Universitas Mandala Waluya melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM) secara resmi meluncurkan lima proyek penelitian inovatif hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa pada Jumat, 18 April 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Peluncuran penelitian dilaksanakan di Aula Utama Kampus Pusat Universitas Mandala Waluya dengan menghadirkan lebih dari 200 peserta yang terdiri dari para dosen, mahasiswa, pejabat universitas, dan perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah serta swasta. Event tersebut menjadi momentum penting bagi universitas dalam menunjukkan dedikasi terhadap pencapaian standar mutu internasional dan pengembangan ekosistem riset yang berkelanjutan.
LATAR BELAKANG: KOMITMEN TERHADAP RISET BERKUALITAS
Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Mandala Waluya telah mengalami transformasi signifikan dalam hal pengelolaan penelitian dan pengembangan. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang strategis di provinsi Sulawesi Tenggara, universitas ini memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap kebutuhan lokal maupun global.
Unit Penjaminan Mutu, sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap akreditasi dan standar kualitas akademik, telah mengidentifikasi penelitian sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan reputasi dan kontribusi universitas. Oleh karena itu, pada awal tahun 2025, UPM meluncurkan program pendampingan intensif kepada dosen-dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir untuk mengembangkan ide-ide penelitian yang inovatif, relevan, dan berdampak.
“Kami percaya bahwa penelitian berkualitas adalah jantung dari universitas modern,” ungkap Dr. Syamsul Bahri, Kepala Unit Penjaminan Mutu Universitas Mandala Waluya, dalam sambutan pembukaan acara peluncuran. “Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap penelitian yang dihasilkan bukan hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk tantangan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara.”
LIMA PROYEK PENELITIAN INOVATIF
Kelima proyek penelitian yang diluncurkan pada hari itu mencakup berbagai disiplin ilmu dan fokus pada isu-isu strategis yang relevan dengan pembangunan daerah. Berikut adalah detail dari masing-masing penelitian:
1. Teknologi Pengolahan Limbah Pesisir untuk Ekonomi Sirkular
Penelitian pertama yang dipimpin oleh Dr. Rina Wijayanti, dosen Program Studi Teknik Lingkungan, bermitra dengan lima mahasiswa tingkat akhir. Proyek ini berfokus pada pengembangan teknologi inovatif untuk mengolah limbah padat dan cair dari industri perikanan di kawasan pesisir Kendari menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Pesisir Sulawesi Tenggara merupakan salah satu pusat produksi perikanan terbesar di Indonesia, namun pengelolaan limbahnya masih menjadi tantangan serius,” jelas Dr. Rina saat memresentasikan penelitiannya. “Kami mengembangkan teknologi biokonversi yang dapat mengubah limbah ikan menjadi pupuk organik premium dan bahan bakar terbarukan. Diharapkan, teknologi ini dapat diterapkan dalam skala komersial dalam dua tahun ke depan.”
Investasi untuk penelitian ini mencapai Rp 450 juta dengan durasi penelitian selama 18 bulan. Tim peneliti telah menjalin kerjasama dengan beberapa kelompok nelayan lokal dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara.
2. Platform Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Berbasis Kecerdasan Buatan
Penelitian kedua dipandu oleh Dr. Ahmad Maulana, seorang dosen muda dari Program Studi Informatika, bersama dengan empat mahasiswa peneliti. Proyek ini mengembangkan platform digital terintegrasi untuk monitoring kesehatan masyarakat di daerah terpencil dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
“Platform yang kami kembangkan dirancang untuk mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan di daerah-daerah yang minim infrastruktur medis,” papar Dr. Ahmad kepada audiens. “Dengan aplikasi mobile dan sensor biometrik yang terjangkau, masyarakat dapat melakukan konsultasi awal dengan dokter virtual dan sistem kami akan memberikan rekomendasi kesehatan preventif yang dipersonalisasi.”
Penelitian dengan anggaran Rp 380 juta ini telah mendapatkan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan beberapa klinik kesehatan di daerah perbatasan. Uji coba awal telah dilakukan di lima desa di Kabupaten Kolaka dengan respons positif dari masyarakat setempat.
3. Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan Melalui Agroforestri Lokal
Penelitian ketiga dipimpin oleh Prof. Bambang Santoso dari Program Studi Agronomi, bekerja sama dengan tujuh mahasiswa peneliti dan petani lokal. Fokus penelitian adalah mengembangkan dan mengimplementasikan sistem agroforestri yang memanfaatkan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara sambil meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.
“Agroforestri adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan pohon dengan tanaman pangan, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelaskan Prof. Bambang. “Kami telah mengidentifikasi kombinasi tanaman lokal yang optimal untuk kondisi iklim dan tanah Sulawesi Tenggara, dan tahun ini kami fokus pada pelatihan dan pendampingan langsung kepada kelompok tani.”
Dengan alokasi dana Rp 520 juta, penelitian ini melibatkan 15 kelompok tani di Kabupaten Kendari, Konawe, dan Konawe Selatan. Diharapkan, pada akhir tahun 2026, hasil penelitian dapat menghasilkan peningkatan pendapatan petani sebesar 40-50% sambil memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi jejak karbon pertanian.
4. Dokumentasi dan Pelestarian Bahasa-Bahasa Lokal Melalui Platform Digital
Penelitian keempat merupakan kolaborasi antara Dr. Siti Nurhaliza dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Dr. Hendra Wijaya dari Program Studi Linguistik Terapan. Proyek ini bertujuan mendokumentasikan bahasa-bahasa lokal di Sulawesi Tenggara yang terancam punah melalui platform digital interaktif.
“Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan linguistik yang luar biasa dengan puluhan bahasa daerah, namun banyak di antaranya hanya digunakan oleh generasi tua,” ungkap Dr. Siti. “Platform kami akan menyediakan kamus digital, materi pembelajaran interaktif, dan arsip audio-video yang dapat diakses oleh siapa saja, termasuk generasi muda yang ingin mempelajari bahasa nenek moyang mereka.”
Dengan anggaran Rp 280 juta, tim peneliti melibatkan 12 mahasiswa dan telah melakukan survei pendahuluan di 20 komunitas linguistik berbeda. Penelitian ini diharapkan menghasilkan minimal tiga platform pembelajaran bahasa lokal yang dapat diakses secara gratis pada akhir tahun 2026.
5. Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Gelombang Laut untuk Komunitas Pesisir
Penelitian kelima, yang paling ambisius secara teknis, dipandu oleh Dr. Irfan Kusuma dari Program Studi Teknik Mesin dan didukung oleh enam mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini mengembangkan prototipe pembangkit listrik dari gelombang laut yang dapat diterapkan di komunitas pesisir untuk mengatasi krisis energi dan memperkuat kemandirian energi lokal.
“Indonesia memiliki potensi energi gelombang laut yang sangat besar, terutama di daerah-daerah pesisir seperti Sulawesi Tenggara,” papar Dr. Irfan dengan antusiasme. “Teknologi yang kami kembangkan dirancang agar mudah diperbaiki dan dikembangkan oleh teknisi lokal, sehingga dapat memberikan kemandirian energi jangka panjang bagi komunitas pesisir.”
Dengan investasi terbesar senilai Rp 680 juta, penelitian ini telah bermitra dengan Kementerian ESDM, PT PLN, dan beberapa organisasi masyarakat pesisir. Uji coba prototipe pertama dijadwalkan dilakukan pada triwulan ketiga tahun 2026 di Pulau Muna.
KOMITMEN UNIVERSITAS TERHADAP MUTU DAN INOVASI
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Akhmad Fauzi, S.H., M.H., menekankan pentingnya penelitian berkualitas dalam meningkatkan reputasi akademik universitas.
“Peluncuran kelima penelitian inovatif ini merupakan bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menjadi institusi penelitian yang tangguh dan relevan,” kata Prof. Akhmad Fauzi. “Unit Penjaminan Mutu kami telah berhasil mengidentifikasi peneliti-peneliti berbakat dan memberikan mereka dukungan penuh untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif. Saya yakin, penelitian-penelitian ini akan membuka peluang baru bagi universitas untuk terlibat dalam kolaborasi nasional dan internasional yang lebih luas.”
Rektor juga mengumumkan peningkatan alokasi anggaran penelitian untuk tahun akademik 2026-2027 sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan komitmen institusional yang kuat terhadap pengembangan riset.
“Kami juga akan membentuk pusat-pusat keunggulan penelitian (Center of Excellence) yang fokus pada bidang-bidang strategis seperti energi terbarukan, teknologi lingkungan, dan inovasi digital,” tambah Prof. Akhmad Fauzi, mengumumkan rencana strategis jangka menengah universitas.
DAMPAK DAN HARAPAN KE DEPAN
Para pejabat daerah yang hadir dalam acara peluncuran juga mengapresiasi inisiatif universitas ini. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Andi Soemarto, M.T., menyatakan bahwa penelitian-penelitian ini selaras dengan program pembangunan daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mendukung penelitian-penelitian yang dapat memberikan solusi terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujar Wakil Gubernur Andi Soemarto. “Kami siap menyediakan dukungan administratif dan fasilitasi kerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten untuk memastikan hasil penelitian dapat diterapkan secara optimal di lapangan.”
Dengan peluncuran lima penelitian inovatif ini, Universitas Mandala Waluya diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya tidak hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pemecahan masalah sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara. Investasi substansial yang diberikan, baik dari universitas maupun dari pihak eksternal, menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan peneliti-peneliti dari kampus ini dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.
Lebih lanjut, kepala UPM Dr. Syamsul Bahri mengungkapkan rencana untuk mengadakan seminar penelitian tahunan mulai 2027, yang akan menjadi ajang diseminasi hasil-hasil penelitian kepada komunitas akademik dan praktisi di seluruh Indonesia.
“Kami ingin Universitas Mandala Waluya menjadi pusat rujukan untuk penelitian-penelitian inovatif yang berdampak sosial di kawasan Indonesia Timur,” tutup Dr. Syamsul Bahri.
Dengan upaya komprehensif yang melibatkan seluruh stakeholder, Universitas Mandala Waluya Kendari telah membuktikan komitmennya untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui penelitian inovatif yang relevan dan berdampak.