KENDARI — Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM), resmi meluncurkan program komprehensif akreditasi berkelanjutan dan transformasi pembelajaran digital pada Senin, 31 Maret 2026, di Aula Utama Kampus Pusat Kendari. Inisiatif strategis ini merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu akademik dan memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional.
Kepala Unit Penjaminan Mutu Universitas Mandala Waluya, Dr. Hendra Wijaya, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program yang diberi nama “Mandala Excellence Program 2026” (MEP 2026) dirancang untuk mengintegrasikan sistem penjaminan mutu internal dengan standar akreditasi internasional. Peluncuran program ini hadir setelah melakukan kajian mendalam selama enam bulan melibatkan seluruh stakeholder kampus, termasuk dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni.
“Kami memahami bahwa mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab Unit Penjaminan Mutu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika,” ujar Dr. Hendra Wijaya dalam konferensi pers yang dihadiri puluhan media massa lokal dan nasional.
### Latar Belakang dan Relevansi Program
Universitas Mandala Waluya, yang berdiri sejak 1987 dan telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menyadari pentingnya modernisasi sistem penjaminan mutu. Dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 12.500 orang dari berbagai program studi di lima fakultas, institusi ini menghadapi tantangan dalam memastikan konsistensi kualitas pembelajaran di seluruh unit akademik.
Data internal menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran pada tahun akademik 2024/2025 mencapai 78 persen, masih di bawah target nasional sebesar 85 persen. Selain itu, beberapa program studi belum memperoleh akreditasi internasional, meskipun sudah meraih akreditasi nasional dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Peluncuran MEP 2026 adalah respons strategis kami terhadap dinamika pendidikan tinggi global yang terus berkembang pesat,” dijelaskan Dr. Hendra Wijaya. “Program ini fokus pada tiga pilar utama: peningkatan mutu pembelajaran, digitalisasi proses akademik, dan pengembangan kapasitas dosen dalam mengadopsi metodologi pembelajaran abad ke-21.”
### Komponen Utama Mandala Excellence Program 2026
Secara operasional, MEP 2026 terdiri dari lima komponen strategis yang akan diimplementasikan secara bertahap hingga akhir tahun akademik 2026/2027.
Pertama, Program Pelatihan Dosen dan Tenaga Akademik intensif. Seluruh 850 dosen tetap dan 420 dosen tidak tetap akan mengikuti workshop dan pelatihan berkelanjutan tentang desain kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum), penilaian pembelajaran autentik, dan integrasi teknologi dalam pengajaran. Program ini akan diselenggarakan secara berjenjang dengan melibatkan mentor internasional dari Universitas Terbuka Malaysia dan Universitas Teknologi Bangkok.
Kedua, Transformasi Digital Proses Akademik. Unit Penjaminan Mutu akan mengimplementasikan sistem manajemen pembelajaran terintegrasi (Learning Management System/LMS) generasi terbaru yang kompatibel dengan standar SCORM internasional. Sistem ini akan memungkinkan monitoring real-time terhadap progress pembelajaran mahasiswa dan memberikan early warning system ketika ada indikasi pembelajaran tidak efektif.
Ketiga, Standarisasi Pembelajaran Lintas Program Studi. Setiap program studi akan mengembangkan learning outcome yang jelas, terukur, dan selaras dengan kebutuhan industri. Unit Penjaminan Mutu akan menetapkan 12 standar akademik minimum yang harus dipenuhi oleh semua program studi, meliputi aspek kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas pembelajaran, dan relevansi dengan dunia kerja.
Keempat, Sistem Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan. Melalui data analytics dan business intelligence, UPM akan melakukan monitoring rutin terhadap indikator-indikator kunci mutu pembelajaran. Setiap semester akan dihasilkan laporan komprehensif tentang efektivitas pembelajaran, tingkat kepuasan pengguna jasa pendidikan, dan capaian pembelajaran lulusan.
Kelima, Program Sertifikasi Keunggulan Akademik. Program studi yang berhasil memenuhi standar excellence akan mendapatkan sertifikasi “Mandala Excellence Center” yang menjadi marketing advantage dan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap kualitas program tersebut.
### Implementasi Teknologi dan Inovasi
Salah satu aspek inovatif dari MEP 2026 adalah adopsi teknologi artificial intelligence (AI) dalam proses penjaminan mutu. Unit Penjaminan Mutu telah bermitra dengan PT Edtech Indonesia untuk mengembangkan sistem prediktif yang dapat mengidentifikasi mahasiswa dengan risiko tinggi tidak lulus atau drop out, sehingga intervensi akademik dapat dilakukan lebih dini.
Dr. Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala UPM bidang Inovasi dan Teknologi, menjelaskan mekanisme sistem ini. “Algoritma machine learning kami akan menganalisis data akademik historis dari lebih dari 40.000 mahasiswa alumni selama 10 tahun terakhir. Sistem ini kemudian dapat memprediksi dengan akurasi 87 persen mahasiswa mana yang berisiko tinggi mengalami kesulitan akademik berdasarkan pola pembelajaran dan indikator akademik awal,” ungkapnya dalam sesi penjelasan teknis.
Selain AI, platform pembelajaran berbasis cloud computing juga akan diintegrasikan untuk memudahkan akses pembelajaran hybrid (campuran daring dan luring). Infrastruktur ini memungkinkan mahasiswa yang berada di daerah terpencil atau kesulitan menghadiri perkuliahan tatap muka untuk tetap mengakses materi pembelajaran berkualitas tinggi dengan interaksi real-time dengan dosen.
### Partisipasi Dosen dan Mahasiswa
Implementasi MEP 2026 tidak hanya menjadi tanggung jawab UPM, tetapi memerlukan partisipasi aktif dari dosen dan mahasiswa. Untuk memastikan hal ini, UPM telah membentuk Dewan Advokasi Mutu (DAM) yang terdiri dari wakil dosen dari setiap fakultas, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan tenaga kependidikan.
Ketua DAM, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Si. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi), menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya mutu. “Budaya quality assurance tidak bisa dipaksakan dari atas ke bawah. Kami harus membangun pemahaman dan komitmen bersama bahwa peningkatan mutu adalah investasi jangka panjang untuk reputasi dan masa depan universitas kita,” katanya.
Dari sisi mahasiswa, Ketua Senat Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, Rizki Pratama Putra (angkatan 2023), mengapresiasi inisiatif ini. “Sebagai mahasiswa, kami sangat mendukung program ini karena kami juga ingin mendapatkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan dunia kerja. Kami siap memberikan feedback dan menjadi bagian aktif dalam proses penjaminan mutu,” ujar Rizki dalam sesi dialog dengan media.
### Target dan Harapan Jangka Panjang
Unit Penjaminan Mutu telah menetapkan target ambisius namun realistis untuk MEP 2026. Pada akhir tahun 2026, diharapkan minimal 15 program studi telah memperoleh akreditasi unggul dari BAN-PT dengan skor minimal A. Selain itu, minimal 5 program studi harus telah memulai proses akreditasi internasional melalui badan-badan pengakreditasi global seperti ABET, ACBSP, atau ASIC, tergantung bidang ilmu.
Dari aspek kepuasan pengguna jasa pendidikan, target yang ditetapkan adalah meningkatkan indeks kepuasan mahasiswa menjadi 88 persen pada akhir tahun 2026, dan 92 persen pada tahun 2027. Sementara itu, indeks kepuasan dosen terhadap sarana-prasarana dan dukungan institusional ditargetkan mencapai 85 persen.
“Kami juga menetapkan target bahwa alumni Universitas Mandala Waluya yang tersertifikasi internasional atau memiliki kompetensi tambahan akan meningkat 40 persen dalam dua tahun ke depan,” tambah Dr. Hendra Wijaya. “Ini adalah ukuran nyata dampak dari program penjaminan mutu kami terhadap employability lulusan.”
### Tantangan dan Solusi
Meskipun antusiasme tinggi, Unit Penjaminan Mutu juga mengakui beberapa tantangan dalam implementasi MEP 2026. Salah satunya adalah kesenjangan kesiapan teknologi di beberapa unit akademik yang belum memiliki infrastruktur digital memadai.
Untuk mengatasi hal ini, Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 8,5 miliar dari anggaran operasional tahun fiskal 2026 khusus untuk upgrade infrastruktur teknologi informasi dan pelatihan penggunaan sistem baru. Anggaran ini mencakup pembelian 200 unit laptop untuk dosen, peningkatan bandwidth internet hingga 1 Gbps untuk semua kampus, serta pembangunan learning commons di lima lokasi strategis.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.Eng., dalam kesempatan terpisah menegaskan komitmen pimpinan universitas terhadap sukses program ini. “Penjaminan mutu adalah prioritas strategis universitas. Kami siap mendukung penuh dengan alokasi sumber daya dan komitmen kepemimpinan. Baik dari sisi anggaran, SDM, maupun komitmen politis, universitas memberikan dukungan maksimal,” ungkap Prof. Syamsul.
### Penutup dan Outlook
Peluncuran Mandala Excellence Program 2026 menandai babak baru dalam perjalanan Universitas Mandala Waluya menuju status sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Program komprehensif ini menunjukkan bahwa institusi memahami pentingnya penjaminan mutu berkelanjutan dalam mempertahankan relevansi dan daya saing di era pendidikan global.
Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mengintegrasikan teknologi terkini, dan menetapkan target terukur, Unit Penjaminan Mutu Universitas Mandala Waluya optimis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan reputasi institusi secara signifikan.
Momentum peluncuran program ini juga menjadi kesempatan bagi universitas lain untuk meninjau ulang sistem penjaminan mutu mereka dan belajar dari best practices yang dikembangkan Universitas Mandala Waluya. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada keunggulan, Universitas Mandala Waluya siap berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan institusi lain dalam upaya kolektif meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Tahun-tahun mendatang akan menjadi momentum krusial bagi universitas untuk membuktikan bahwa investasi besar dalam penjaminan mutu akan menghasilkan lulusan yang semakin berkompetensi dan relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
—
Penulis: Tim Redaksi Kampus
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
Tanggal Publikasi: 1 April 2026