KENDARI — Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM), resmi meluncurkan Program Akreditasi Berkelanjutan (PAB) pada Rabu, 16 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan dan mempertahankan standar akademik di seluruh program studi, sejalan dengan komitmen institusi terhadap keunggulan pendidikan tinggi di era digital.
Peluncuran program yang dihadiri oleh para pimpinan akademik, dosen, dan mahasiswa ini menandai babak baru dalam upaya Universitas Mandala Waluya untuk mengakselerasi transformasi akademik. Program Akreditasi Berkelanjutan merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan industri dan perubahan landscape pendidikan tinggi nasional yang semakin kompetitif.
LATAR BELAKANG INISIATIF STRATEGIS
Universitas Mandala Waluya, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan komitmen konsisten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, menghadapi tantangan global dan lokal dalam pendidikan tinggi, universitas menyadari perlunya sistem penjaminan mutu yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami melihat bahwa era kompetisi pendidikan tinggi membutuhkan lebih dari sekadar akreditasi periodik. Dibutuhkan komitmen terhadap perbaikan kualitas yang berkelanjutan dan terintegrasi di setiap aspek operasional akademik,” ujar Dr. Hendra Wijaya, Kepala Unit Penjaminan Mutu Universitas Mandala Waluya, saat memberikan penjelasan program kepada media kampus pada Selasa lalu.
Program Akreditasi Berkelanjutan ini dirancang dengan melibatkan berbagai stakeholder internal, termasuk dekan fakultas, ketua program studi, dosen senior, dan mahasiswa dari berbagai tingkat akademik. Proses pengembangan program memakan waktu enam bulan dengan melibatkan konsultasi dengan lembaga akreditasi nasional dan internasional.
KOMPONEN UTAMA PROGRAM AKREDITASI BERKELANJUTAN
Program Akreditasi Berkelanjutan terdiri dari lima pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini. Setiap program studi diminta untuk melakukan evaluasi kurikulum setiap semester dan melakukan penyesuaian minimal dua kali dalam satu tahun akademik.
Kedua, peningkatan kompetensi pendidik melalui program pengembangan profesional berkelanjutan. Unit Penjaminan Mutu telah mengalokasikan dana khusus untuk program pelatihan dosen, sertifikasi internasional, dan kesempatan publikasi ilmiah. Target ambisius ini adalah meningkatkan jumlah dosen bersertifikat internasional sebesar 40 persen dalam dua tahun ke depan.
Ketiga, penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi digital. Pandemi global telah membuktikan pentingnya infrastruktur teknologi pendidikan yang kuat. Universitas Mandala Waluya akan menginvestasikan dana signifikan untuk mengupgrade learning management system (LMS), menyediakan pelatihan digital literacy bagi dosen dan mahasiswa, serta mengembangkan konten pembelajaran yang interaktif.
Keempat, implementasi sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran yang real-time. Unit Penjaminan Mutu telah mengembangkan dashboard akademik yang memungkinkan monitoring performa mahasiswa, capaian pembelajaran, dan efektivitas metode pengajaran secara real-time. Data ini akan digunakan untuk intervensi cepat dan peningkatan pembelajaran.
Kelima, engagement eksternal melalui tracer study dan industri feedback. Program ini akan melibatkan alumni dan industri dalam memberikan masukan tentang relevansi kurikulum dan kesiapan lulusan Universitas Mandala Waluya untuk memasuki dunia kerja.
RESPONS PIMPINAN UNIVERSITAS
Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, menyambut antusias program ini. “Program Akreditasi Berkelanjutan adalah manifestasi nyata dari visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan berkelas dunia di kawasan Asia Tenggara. Kami percaya bahwa penjaminan mutu bukan hanya tanggung jawab satu unit, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh civitas akademika,” kata Prof. Sutrisno dalam sambutannya pada acara peluncuran.
Rektor menambahkan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh berupa anggaran, infrastruktur, dan sumber daya manusia untuk memastikan keberhasilan program. “Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar 15 miliar rupiah untuk fase pertama pelaksanaan program ini, dengan proyeksi peningkatan sebesar 20 persen per tahun selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, mengharapkan program ini membawa dampak positif bagi mahasiswa. “Dengan sistem monitoring yang lebih baik, kami dapat mengidentifikasi mahasiswa yang membutuhkan bantuan akademik lebih awal. Ini akan meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu dan prestasi akademik mahasiswa,” ujarnya optimis.
MEKANISME IMPLEMENTASI DAN TIMELINE
Implementasi Program Akreditasi Berkelanjutan dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama, yang akan dimulai pada bulan Mei 2026, fokus pada sosialisasi program ke seluruh program studi dan penyiapan infrastruktur pendukung. Unit Penjaminan Mutu akan melakukan workshop intensif untuk memastikan semua pemangku kepentingan memahami tujuan, mekanisme, dan tanggung jawab mereka dalam program ini.
Fase kedua, dimulai Juli 2026, adalah implementasi penuh sistem monitoring, pengembangan kurikulum, dan program peningkatan kompetensi pendidik. Pada fase ini, setiap program studi harus menyelesaikan audit internal dan menyusun rencana perbaikan kualitas spesifik.
Fase ketiga, yang akan berjalan dari Januari 2027 hingga Desember 2028, adalah evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan. Unit Penjaminan Mutu akan melakukan review komprehensif setiap semester untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kami juga melibatkan pihak eksternal, termasuk lembaga akreditasi nasional dan perwakilan industri, untuk memberikan perspektif objektif dalam proses evaluasi ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama yang kami pegang teguh,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
TESTIMONI MAHASISWA DAN DOSEN
Makhasiswa semester enam dari Program Studi Teknik Informatika, Raka Pratama, menyambut baik inisiatif ini. “Saya merasa senang bahwa kampus kami serius meningkatkan kualitas pendidikan. Dari kabar yang kami dengar, program ini akan membuat kurikulum lebih relevan dengan industri teknologi, dan itu sangat saya tunggu-tunggu,” katanya antusias.
Sementara itu, Dr. Yusuf Mahmud, dosen senior Fakultas Humaniora dan Budaya, menganggap program ini sebagai kesempatan untuk refleksi dan pertumbuhan profesional. “Sebagai pendidik, kami selalu ingin meningkatkan metode pengajaran dan relevansi konten pembelajaran. Program ini memberikan struktur dan dukungan yang kami butuhkan untuk melakukan itu secara sistematis,” ujarnya.
HARAPAN TERHADAP DAMPAK JANGKA PANJANG
Dengan peluncuran Program Akreditasi Berkelanjutan, Universitas Mandala Waluya menargetkan peningkatan signifikan dalam berbagai metrik akademik. Target pertama adalah meningkatkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran dari 78 persen menjadi minimal 90 persen dalam dua tahun.
Kedua, meningkatkan persentase dosen dengan publikasi ilmiah internasional dari 32 persen menjadi 60 persen dalam tiga tahun. Ketiga, meningkatkan employability rate lulusan dari 85 persen menjadi 95 persen dalam waktu yang sama.
Keempat, memperoleh peningkatan rating akreditasi institusional dari BAN-PT dan semakin banyak program studi yang mencapai akreditasi A. Kelima, meningkatkan reputasi universitas di ranking nasional dan internasional, terutama dalam kategori research output dan learning outcomes.
“Target kami sangat ambisius, tetapi kami percaya bahwa dengan komitmen, dedikasi, dan dukungan dari semua pihak, target ini dapat dicapai,” kata Prof. Sutrisno dengan penuh keyakinan.
PENUTUP
Peluncuran Program Akreditasi Berkelanjutan oleh Unit Penjaminan Mutu Universitas Mandala Waluya pada 16 April 2026 menandai era baru dalam komitmen universitas terhadap keunggulan akademik. Program komprehensif ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang dinamika pendidikan tinggi kontemporer dan tanggung jawab institusi dalam mempersiapkan lulusan berkualitas untuk menghadapi tantangan global.
Dengan melibatkan seluruh civitas akademika dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, Program Akreditasi Berkelanjutan diharapkan menjadi katalis transformasi akademik yang membawa Universitas Mandala Waluya ke level kompetitif yang lebih tinggi. Ke depannya, universitas tidak hanya akan menjadi institusi pendidikan pilihan di Kendari dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga diakui sebagai universitas berkualitas di tingkat nasional dan regional.
Dengan semangat perbaikan berkelanjutan dan visi jangka panjang yang jelas, Universitas Mandala Waluya siap menulis bab baru dalam perjalanan menuju keunggulan akademik yang berkelanjutan.